ponpeswadilulum.ac.id - Pondok Pesantren Wadil Ulum menggelar Haflah Muwadda’ah wa Khotmil Qur’an pada hari Senin, 9 Februari 2026 dengan penuh khidmat. Acara ini menjadi momentum penting bagi para santriwati khotimat dan mutakhorrijat yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an serta santriwati yang telah menuntaskan pendidikan mereka di pesantren. Kegiatan Haflah Muwadda’ah wa Khotmil Qur’an digelar di Pondok Pesantren Wadil Ulum Lil-Banat Lantai 3 dengan dihadiri oleh para Kiai, wali santri, dan Kepala Desa Purworejo, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Pengasuh PP Wadil Ulum, Abah KH. Dr. Ali Subhan, MA menyampaikan dalam sambutannya bahwasanya terdapat 3 santriwati yang telah menyelesaikan studinya ditingkat madrasah aliyah, diantaranya:
- Najwatus Zahra dari Lakatan, Galang, Toli-toli, Sulawesi Tengah
- Fitri Wahyuni dari Bakaran, Juwana, Pati, Jawa Tengah
- Umi Lathifah Sundus dari Alasdowo, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah
Selain itu, beliau juga menyampaikan terdapat 3 santriwati Khotmil Qur’an, diantaranya:
- Nihayaturrofi’ah dari Ds. Sriwulan, Kec. Sayung, Kab. Demak, Jawa Tengah
- Naila Durrotul Lathifah dari Ds. Kembang, Kec. Dukuhseti, Kab. Pati, Jawa Tengah
- Irana Nurul Maya Mawaddah dari Ds. Tegalharjo, Kec. Trangkil, Kab. Pati, Kawa Tengah
Kepala Desa Purworejo Bapak H. Ismunardi, SH dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada PP Wadil Ulum yang selama ini telah berhasil mencetak generasi-generasi penerus agama Islam. Beliau berharap pada tahun 2027 mendatang PP Wadil Ulum dapat terus meningkatkan kualitas serta kuantitas santri, sehingga semakin bayak generasi yang lahir dari lingkungan pesantren dengan ilmu agama yang kuat. Harapan tersebut disertai do’a agar PP Wadil Ulum senantiasa berkembang dari waktu ke waktu.
Beliau juga mengajak seluruh hadirin, untuk bersama-sama medo’akan kemajuan pesantren. Beliau berharap para santri yang telah menyelesaikan pendidikan di PP Wadil Ulum dapat menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, agama, serta bangsa dan negara Indonesia.
Salah satu rangkaian acara Haflah Muwadda’ah wa Khotmil Qur’an 2026 adalah prosesi pemanggilan santriwati Mutakharrijat dan Khotmil Qur’an secara bergantian ke atas panggung. Pada momen tersebut dilaksanakan penyematan selempang sebagai simbol kelulusan, penyerahan plakat penghargaan, serta pemberian syahadah.
Prosesi berlangsung dengan khidmat yang kemudian dilanjutkan dengan sesi foto m bersama sebagai bentuk dokumentasi sekaligus kenangan atas capaian yang telah diraih para santriwati.
Suasana khidmat menyelimuti acara, yang juga menjadi ajang apresiasi bagi santri dan santriwati yang telah menorehkan prestasi dibidang akademik maupun non-akademik, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Sebagai puncak acara, Bapak K. Dr. Sahal Mahfudz, M.Pd dalam mauidzah hasanahnya beliau menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mendoakan para santri, khususnya mutakharrijat dan khotimat, agar ilmu Al-Qur’an yang telah diperoleh menjadi ilmu yang barokah dan bermanfaat, baik di dunia maupun di akhirat.
Beliau menyoroti bahwa seluruh wisudawati pada kesempatan tersebut adalah perempuan. Mengutip sebuah dawuh, “Al-mar’atu ‘imadul bilad, idza shaluhat shaluhal bilad wa idza fasadat fasadal bilad”, yang berarti perempuan adalah tiang negara; apabila perempuannya baik, maka baiklah negara, dan apabila perempuannya rusak, maka rusak pula negara. Hal ini menjadi penegasan pentingnya peran perempuan dalam menentukan masa depan bangsa.
Disampaikan pula bahwa para wisudawati yang telah mengkhatamkan Al-Qur’an, termasuk yang hafal bil ghaib, diharapkan menjadi bagian dari calon Generasi Emas Indonesia 2045. Bonus demografi yang diperkirakan mencapai 70 persen usia produktif pada tahun tersebut tidak akan bermakna apabila generasi mudanya tidak dibekali ilmu, akhlak, dan ketakwaan.
Mengutip syair, “Hayaatul fataa wallahi bil ‘ilmi wat tuqaa, idza lam yakunaa la i’tibaara lidzaatihi”, beliau menegaskan bahwa kehidupan pemuda sejatinya terletak pada ilmu dan takwa. Tanpa keduanya, kehidupan tidak memiliki arti. Ilmu, amal, dan akhlakul karimah menjadi inti dari ketakwaan yang harus terus ditanamkan.
Beliau juga mengajak seluruh hadirin, termasuk para orang tua dan masyarakat, untuk terus mendampingi generasi muda dengan pendidikan yang berlandaskan ilmu dan takwa agar cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 dapat terwujud.
Selain itu, para mutakharrijat dan khotimat diingatkan agar tidak merasa cukup dengan capaian yang telah diraih. Mengkhatamkan Al-Qur’an bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya. Di era yang terus berkembang, capaian tersebut harus diiringi dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Mengutip pesan Sayyidina Umar bin Khattab, "Allimū abnā’akum ghaira mā ta’allamtum, fa innahum khuliqū li zamānin ghairi zamānikum" yang berarti “Ajarkanlah anak-anak kalian ilmu yang berbeda dari yang kalian pelajari dahulu, karena mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dari zaman kalian,” beliau menegaskan pentingnya membekali generasi muda dengan ilmu yang sesuai dengan tantangan masa kini dan masa depan.
Dengan terselenggaranya Haflah Muwadda'ah wa Khotmil Qur'an tahun 2026, PP Wadil Ulun berharap para santri yang telah menyelesaikan studinya dapat menjadi generasi Qur'ani yang berilmu, berakhlak mulia, dan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Reporter: Eli Maftukha, Pimred Wadil Ulum





0 Comments